KOPERASI KONSUMEN "SYARIAH  ARRAHMAH"

TERLANJUR TERJERAT RIBA, BAGAIMANA SOLUSI DAN JALAN KELUARNYA ?

Di jaman yang penuh dengan fitnah ini, riba sudah menjadi bagian dari kehidupan. Kebanyakan diantara kaum muslimin pasti pernah terjebak dalam transaksi riba, kecuali mereka yang dirahmati Allah. Bagi yang sudah sadar, alhamdulillah, namun bagi yang sudah terlanjur terjebak, dan terjerat, maka segeralah bertobat dan berhenti dari dosa riba.

Sudah tidak bisa dinafikan bahwa telah terpatri dalam benak kebanyakan orang istilah “Jika tidak berhutang (kredit) maka sulit memiliki harta”. Sehingga berhutang sudah menjadi gaya hidup sebagian orang. Mereka seperti tidak yakin, dan juga tidak sabar sehingga untuk memiliki suatu barang/harta, dan akhirnya terpaksa berhutang.

Permasalahan muncul ketika cara berhutang kredit dilakukan dengan cara riba. Mengingat belum ada suatu lembaga pembiayaan, entah perbankan syariah, ataupun leasing, serta koperasi syariah yang benar-benar menerapkan solusi transaksi bebas riba. Kalaupun ada, mungkin masih banyak yang tidak mengetahui atau banyak keterbatasan-keterbatasan yang akhirnya membuat muslim tidak bisa bertransaksi yang selamat dari riba.

Alhamdulillah, sejak tahun 2012 koperasi Syariah Arrahmah telah didirikan dalam rangka menjadi solusi alternatif untuk kaum muslimin agar bisa bertransaksi selamat dan bebas dari riba. Kesadaran tersebut muncul setelah di Banjarmasin kedatangan ustadz DR. Muhammad Arifin Baderi dalam rangka dauroh di Banjarmasin yang banyak menyampaikan tentang fiqih muamalah.

Koperasi Syariah Arrahmah berupaya menjadi solusi bagi yang ingin memiliki barang namun bingung / galau kemana harus bertransaksi kredit yang selamat dari dosa riba. Namun bagi yang sudah terlanjur terjerat riba, maka kami belum bisa membantu, karena tidak ada solusi over kredit di koperasi kami. Satu-satunya solusi yang bisa diambil adalah dengan menjual barang/harta anda, baru kemudian memulai lagi dari nol dengan bertransaksi melalui koperasi syariah Arrahmah.

Berikut ada tulisa menarik, kisah inspiratif, seseorang yang sudah terjebak dari riba dan berusaha untuk keluar darinya. Semoga kisah ini bermanfaat bagi pengunjung website koperasi syariah Arrahmah,

Selamat membaca

Tobat dari Riba, Hutangpun Sirna!!

Dalam sebuah milis yang dikelola oleh PengusaMuslim.com ada sebuah pertanyaan yang diajukan oleh member sebagai berikut:

Assalaamu’alaikum warahmatullah.

Ustadz yang saya hormati,
Akhir-akhir ini saya beserta istri sedang galau. Ceritanya begini. Saya seorang pegawai yang bekerja di instansi pemerintah yang alhamdulillah telah beristri (Insya Allah) salehah dan Allah mengaruniakan kami 5 orang anak.

3 tahun yang lalu kami meneken akad kredit pada salah satu bank pemerintah dengan nominal lumayan besar untuk mendaftar haji 2 orang (saya dan istri) dengan perhitungan ketika tahun pemberangkatan haji, hutang kami telah lunas.

Setelah kami banyak membaca dan belajar hukum Islam, kami meyakini bahwa kami telah menanggung dosa riba (astaghfirullah). Kami kemudian berusaha keluar dari belitan dosa riba, diantaranya dengan keluar dari Koperasi (KPRI) dan sekarang mencoba keluar dari kubangan riba yang lain, yakni hutang kami ke bank tersebut, dengan cara kami berencana menjual barang-barang yang kami miliki, namun menurut hitung-hitungan saya tidak akan mencukupi untuk melunasi hutang tersebut, sedangkan apabila mencari pinjaman kepada Saudara tidak mungkin mengingat semua keluarga kami dalam kondisi ekonomi yang alhamdulillah pas-pasan.

Apakah saya harus menjual sebidang tanah yang saya miliki agar dapat melunasi hutang kami? (Saya memiliki sebidang tanah yang apabila dijual mungkin hampir dapat melunasi hutang).
Demikian, mohon solusinya. Terima kasih.

Wassalaam,
Hamba Allah-Purbalingga, Jawa Tengah.

Tanggapan dari ikhwan member milis PM-Fatwa:

Bismillah ,sekedar berbagi pengalaman tentang terjerat riba.  Pengalaman bapak pernah saya alami sebelumnya dan saya selain hutang riba juga terjerat kartu kredit sampai 11 kartu. Setelah saya mengikuti pengajian sana sini dan membaca buku akhirnya saya bertobat dari riba. Karena riba membuat hidup kita merasa hina dikejar kejar hutang dan debitur.

Walaupun orang lain melihat kehidupan kita punya mobil ,rumah besar dll. tapi semua itu hasil riba. Dan itu semua tidak akan membawa berkah dan ketenangan bagi hidup kami. Maka akhirnya saya sekeluarga bertobat untuk menghindari riba dan kartu kredit.

Akhirnya saya jual semuanya yang saya miliki mobil, trayek jemputan, rumah, motor dan semua yang saya miliki dari hasil riba saya jual guna menutupi hutang-hutang riba. Saya mulai dari kehidupan dasar lagi dengan mengontrak rumah kecil di area pesantren karena anak-anak kami sekolah di pesantren .

Dengan keikhlasan kita dan benar-benar taubat, maka Allah mengabulkan permintaan saya sekeluarga. Dan saat itu pula setelah saya jual semua yang saya punyai dari hasil riba, saya dapat panggilan kerja ke Saudi arabia di sebuah perusahaan perminyakan. Dan akhirnya saya sekeluarga hijrah ke Saudi Arabia sampai sekarang. Dan Alhamdulilah, Allah kembalikan harta kami dengan segala kelebihannya dan saya sekeluarga bisa pergi haji bersama setelah tinggal satu tahun di Saudi. Alhamdulillah, semuanya dimudahkan segala urusan saya sekeluarga serta bisa melunasi semua hutang-hutang riba dan kartu kredit. Dan yang membuat saya sangat bahagia adalah tempat kerja sekarang dekat dengan Mekkah dan Madinah, sehingga tiap bulan kami bisa umroh .

Inilah kisah pengalaman saya yang terjerat riba semoga Bapak sekeluarga tidak usah ragu untuk menutup hutang riba, pertolongan Allah sangat cepat

Wassalamualaikum

Dari Bpk Edi di Saudi Arabia

========

Sumber artikel

One thought on “TERLANJUR TERJERAT RIBA, BAGAIMANA SOLUSI DAN JALAN KELUARNYA ?

  1. nurul

    kisah yg menarik pak edi….
    saya juga kerja d bank..baru 6 bulan dan jauh dr keluarga… saya juga pingin mencari kerjaan yg lebih halal dan tidak riba.. tapi blm dpt kerjaan yg lain…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *